Manusia, menurut filsuf Belanda Huizinga, adalah homo ludens atau makhluk yang suka bermain. Ini kontras dengan atribut serius lain yang disematkan pada manusia seperti makhluk rasional (homo Sapiens), makhluk politik (zoon politikon), makhluk sosial (homo socius), dan lain sebagainya.

Saya sendiri termasuk yang mengamini pendapat Huizinga tersebut karena saya suka mengkoleksi mainan. Namun, mainan yang saya gemari bukanlah jenis permainan yang ada di komputer, gawai, atau konsol seperti Playstation. Memang, sempat ada masanya saya gandrung dengan jenis permainan yang demikian.

Sebaliknya, kini saya justru sedang kembali mengkoleksi permainan papan (board game). Bukan sekadar yang klasik seperti catur, Othello (Reversi), Monopoly, Ludo, dan lain-lain. Melainkan, board game yang menjanjikan cerita dan misi tertentu dalam kehidupan (slice of life). Mulai dari yang super kompleks seperti Dungeons and Dragons dan Magic The Gathering sampai yang sederhana seperti Goals of Life.

Sayangnya, karena board game kurang populer di sini, kebanyakan permainan dikembangkan oleh developer luar dan harganya cukup lumayan menguras kantong, apalagi di tengah kurs dolar yang sedang gonjang-ganjing.

Untungnya ada beberapa developer yang berinisiatif mengembangkan board game lokal. Misalnya ada Tabletoys yang mengembangkan Waroong Wars, Kompas yang membuat Candrageni, dan beberapa lainnya.

Kopi Dash

Saya sendiri menemukan satu board game bergenre permainan kartu (card game) yang unik dan kompak karena bisa dikantungi. Dikembangkan oleh Mahavira Studio, permainan yang sudah keluar sejak enam tahun lalu bernama Kopi Dash.

Mekanik permainannya sederhana dan misi naratif permainan cukup diselesaikan selama lima menit. Game ini bisa dimainkan maksimal oleh tiga orang dan juga bisa dimainkan solo alias sendirian.

Misi para pemain atau seorang pemain (jika bermain solo) adalah menyelesaikan pesanan kopi dari 18 pelanggan selama tidak lebih dari lima menit (diset dengan bantuan stopwatch akan lebih seru dan menegangkan).

Cara menyelesaikan pesanan adalah pemain bekerja sama membuang kartu bahan yang ada di tangan mereka sesuai dengan komposisi yang tercantum dalam kartu pelanggan. Kartu bahan sendiri terdiri dari kartu kopi, kartu susu, kartu gula, dan kartu bahan tambahan (matcha, es krim, alpukat, dan lain sebagainya).

Di sini, pemain tidak bersaing meraih kemenangan, melainkan bekerja sama untuk menyelesaikan misi pesanan sesuai waktu yang ditentukan. Makanya, card game ini disebut juga bergenre cooperative game.

Manfaat permainan

Bermain Kopi Dash ternyata memiliki beragam manfaat bagi perkembangan mental kita, terutama saat berhadapan dengan dunia kerja. Pertama, kita bisa mengisi waktu luang secara menyenangkan bersama teman-teman sekaligus melatih semangat kerja sama dan toleransi.

Kedua, permainan ini melatih kejelian dan ketelitian kita untuk mencocokkan bahan yang ada di dalam kartu kita dengan pesanan dari pelanggan.ย 

Ketiga, Kopi Dash menggembleng kita untuk mengembangkan strategi manajemen waktu yang efektif dan efisien demi memenuhi misi perusahaan dan memuaskan pelanggan.

Jadi, beberapa life skills alias keterampilan hidup yang dibutuhkan dalam dunia kerja seperti semangat kerja sama (team work), toleransi antar anggota tim, ketelitian, dan time management diasah secara bersamaan dalam permainan lima menit bernama Kopi Dash ini. 

Silakan saja Anda cari Kopi Dash jika memang tertarik kembali ke dunia analog di tengah gempuran dunia digital. Hanya saja, permainan ini rasanya mulai agak susah dicari sekarang.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *